Penilaian status gizi masyarakat (PSG)
A. pendahuluan
Peran dan kedudukan PSG dalam ilmu
gizi adalah untuk mengetahui status gizi, yaitu ada tidaknya malnutrisi pada
individu atau masyarakat. PSG penting karena terjadinya kesakitan dan kematian
terkait dengan status gizi, maka dengan melakukan PSG pada individu atau
masyarakat kita akan dapat mengetahui kelainan tersebut.
Definisi PSG adalah interpretasi dari
data yang didapat dengan menggunakan berbagai metode untuk mengidentifikasi
populasi atau individu yang beresiko atau dengan status gizi buruk.
Metode dalam PSG dibagi 3 kelompok yaitu:
1.
Metode
secara langsung, terdiri dari penilaian dengan melihat tanda klinis, test
lab(biokimia), metode biofisik, dan antropometri
2.
Penilaian
dengan melihat statistik kesehatan yang biasa disebut PSG tidak langsung karena
tidak menilai individu secara langsung
3.
Penilaian
dengan melihat variabel ekologi
Tujuan penilaian PSG:
1.
Memberikan
gambaran secara umum mengenai metode penilaian status gizi
2.
Memberikan
penjelasan mengenai keuntungan dan kelemahan dari masing-masing metode yang ada
3.
Memberikan
gambaran singkat mengenai pengumpulan data, perencanaan dan implementasi untuk
penilaian status gizi.
B. penilaian status gizi secara langsung:
1. Biokimia
Test
laboratorium meliputi pemeriksaan biokimia, hematologi, dan parasitologi.
Butuh
spesimen yang akan diuji seperti darah, urin, tinja dan jaringan tubuh seperti
hati, otot, tulang, rambut, kuku, dan lemak bawah kulit.
Kelebihan
dari penggunaan tes biokimia yaitu:
·
Objektif
·
Gradible,
dapat dirangking apakah ringan, sedang atau berat.
Kekurangan dari
penggunaan tes biokimia yaitu:
·
Mahal
·
Keberadaan
lab kadang jauh dari lokasi survai
·
Kesukaran
yang berhubungan dengan spesimen pada saat pengumpulan, pengawetan, dan
transportasi.
·
Dibutuhkan
data referensi untuk menentukan hasil lab.
2. Pemeriksaan tanda-tanda klinik
Dapat
dilihat dari jaringan epitel mata, kulit, rambut, mukosa mulut dan organ yang
dekat dengan permukaan tubuh seperti kelenjar tyroid.
Kelebihan
penggunaan tanda klinik yaitu:
·
Murah
·
Cepat
·
Tidak
membutuhkan highly qualified staff
·
Tidak
menimbulkan rasa sakit pada orang yang diperiksa
Keterbatasan penggunaan tanda-tanda
klinik:
·
Subjektif
·
Keterbatasan
kepastian penyebab zat gizi, terkadang penyebabnya bukan karena kurang gizi,
tetapi penyebab lain seperti nfeksi (misalnya kasus anguler stomatitis ternyata
dapat disebabkan bukan oleh kurangnya ryboflavin, tetapi karena jamur monilia.
Anemia dapat disebabkan juga tidak hanya kekurangan zat gizi, tetapi infeksi
cacing tambang).
·
Diperlukan
staf yang terlatih dengan sangat baik
·
Banyak
tanda klinik yang muncul pada tingkat defisiensi berat.
3. Pemeriksaan biofisik
Metode
biofisik adalah penentuan status gizi berdasarkan kemampuan fungsi dari
jaringan dan perubahan struktur dari jaringan. Contoh:
·
Pada
kasus rabun senja dilakukan tes adaptasi dalam gelap
·
Pemeriksaan
fisikal ferpormance(energyexpenditure & work capacity) yang dihubungkan
dengan anemia.
·
Pemeriksaan
ocular impresion cytology, menempelkan kertas saring pada conjunctiva untuk
melihat bentuk dari sel goblet, jika gepeng dan tidak ada inti, maka dikatakan
kurang vitamin A.
4. Pengukuran antropometri
Pengukuran
antropometri adalah pengukuran terhadapa dimensi tubuh dan komposisi tubuh.
0 komentar:
Posting Komentar