Dampak Radiasi
Ponsel Terhadap Kesehatan
Gangguan kesehatan yang potensial
akibat radiasi medan elektromagnetik telah menjadi isu yang diteliti sampai
sekarang. Penelitian pada manusia umumnya dilakukan terhadap masyarakat yang
tinggal di dekat instalasi pembangkit tenaga listrik serta jaringan
distribusinya, para pekerja industri elektronik serta pengguna peralatan
elektronik. Seiring dengan penelitian tersebut, ditemukanlah berbagai gangguan
kesehatan akibat radiasi elektromagnetik, khususnya eletromagnetik pada ponsel.
Berdasarkan kuisioner yang telah dilakukan, penyusun menyebarkan 50 lembar kuisioner.
Di antara 48 pengguna ponsel tersebut, 31 pengguna meletakkan ponsel di saku
dan sisanya meletakkan di tas. Pengguna ponsel tersebut 60% sering menggunakan
ponsel untuk SMS, 20% untuk internet, 15 % untuk menelpon, dan 5% untuk games.
Pengguna rata-rata memakai ponsel selama 30 menit.
Dari data diketahui 69% pengguna
mengetahui dampak dari radiasi ponsel dan 31% tidak mengetahuinya. Dalam 69%
pengguna ponsel tersebut menjawab pusing, gangguan pendengaran , dan kanker
sebagai bahaya radiasi ponsel.
Dampak Ringan
dari Radiasi Ponsel
Dalam bab ini akan dibahas sekilas
beberapa gangguan kesehatan akibat radiasi elektromagnetik ponsel yang sering
dirasakan dalam kehidupan sehari-hari atau dalam jangka pendek.
1.
Vertigo
Vertigo adalah gejala yang dialami oleh
individu yang merasa sekelilingnya berputar. Ada yang menyebutnya sebagai
“halusinasi gerakan” atau “ilusi bergerak”. Individu yang bersangkutan
merasakan adanya sensasi berputar-putar yang disertai dengan rasa mual, muntah,
telinga berdenging, sakit kepala, dan kelelahan. Kondisi yang terkadang
menimbulkan vertigo diantaranya pengerasan pembuluh darah (arteriosclerosis),
2.
Keletihan Menahun (Chronic Fatigue Syndrome)
Tanda awal gangguan ini berupa keletihan
yang kuat, terjadi secara tiba-tiba dan selalu berulang. Pada umumnya penderita
mula-mula menderita bronkhitis, pilik, hepatitis, atau stres emosional. Namun,
sebagian orang yang hipersensitif terhadap radiasi elektromagnetik akan
mengalaminya. Radiasi medan elektromagnetik akan menimbulkan penurunan produksi
hormon melatonin. Secara umum, keluhan pada keletihan menahun dapat berupa rasa
lemah pada otot yang menetap atau hilang timbul, rasa sakit pada otot yang
menetap atau hilang timbul, rasa lemah atau sakit pada otot dan persendian
secara bersamaan yang menetap atau hilang timbul.
Dampak Berat dari Radiasi Ponsel
Dampak ringan dari radiasi ponsel pada
sub bab sebelumnya, menjadi pemacu timbulnya penyakit-penyakit yang sulit
disembuhkan.
1.
Insomnia
Insomnia adalah persepsi tentang
kurangnya kualitas dan kuantitas tidur, dengan akibat yang terkait pada siang
hari. Keluhan yang dikemukakan, yaitu sulit memulai tidur, sering terbangun
dari tidur, sulit tidur lagi setelah terbangun malam hari, dan cepat bangun di
pagi hari. Sesuai definisinya, gejala tersebut berhubungan dengan gangguan di
siang hari, misalnya keletihan, konsentrasi maupun memori terganggu, dan
sebagainya. Namun, hormon melatonin yang turun, antara lain karena rangsangan
sinar yang terang serta radiasi elektromagnetik ponsel, juga dapat menimbulkan
gangguan ini.
Diagnosis lain tentang penyebab
insomnia mencakup gangguan neuropsikiatri seperti depresi, ansietas, demensia,
juga penyalahgunaan obat, maupun gangguan irama sirkadian. ‘Salah satu penyebab
gangguan irama sirkadian yang menyebabkan orang sukar tidur adalah radiasi
elektromagnetik’. Itulah yang diucapkan oleh Anies (2009:65). Irama sirkadian
yang terganggu menyebabkan terganggunya irama bangun dan tidurnya seseorang.
Jika hal tersebut terjadi, maka orang yang bersangkutan akan mengantuk dan
tidur siang hari, sedangkan di malam hari ia justru akan terbangun dan sulit
untuk tidur.
2.
Leukemia
Leukemia dapat menyerang pria dan
wanita, tetapi angka kejadian leukemia pada umumnya menyerang lebih banyak pria
daripada wanita. Faktor keturunan dan lingkungan berperan dalam terjadinya
leukemia. Faktor-faktor lingkungan berupa kontak dengan radiasi. Radiasi di sini
terutama berupa radiasi pegion, meskipun untuk kondisi tertentu juga berasal
dari radiasi nonpegion.
Tanda dan gejala leukemia akut adalah
infeksi berat disertai timbulnya luka pada selaput lendir, demam, napas cepat,
mimisan, dan perdarahan saluran cerna dan sistem saluran kemih.
3.
Kanker Payudara
Ternyata lingkungan berhubungan berat
dengan kanker payudara, dalam hal ini sebagai pemicu timbulnya kanker tersebut.
Paparan bahan-bahan radioaktif, sinar-Xserta bahan lain yang termasuk radiasi
pegion, beresiko menimbulkan kanker payudara. ‘Bukan hanya radiasi pegion saja,
bahkan radiasi seperti radiasi nonpegion seperti radiasi elektromagnetik yang
berasal dari berbagai peralatan elektronik, dalam taraf tertentu berisiko
menimbulkan kanker payudara’. Sebagaimana dikemukakan oleh Harmaya (2009) dan
Mahendra (2008).
Keterkaitan radiasi elektromagnetik
dengan kanker payudara tidak serta merta terjadi begitu saja, melainkan melalui
mekanisme hormonal, khususnya hormon melatonin. Hormon melatonin bersifat
menghambat tumorogenesis.
Artinya hormon melatonin yang turun,
salah satunya adalah akibat radiasi elektromagnetik yang berpotensi menimbulkan
kaker payudara’. Itulah pendapat Anies (2009:74).
4.
Teori Melatonin
Hormon melatonin adalah hormon yang
sebagian besar dibuat oleh kelenjar pineal, sebuah kelenjar sebesar kacang
tanah yag terletak di antara kedua sisi otak’, Anies (2009:83).
Melatonin berfungsi mengatur
hormon-hormon lainnya serta memelihara irama sirkadian. Irama sirkadian adalah
suatu sistem pemeliharaan waktu 24 jam yang berperan penting dalam menentukan
kapan kita tidur dan kapan kita bangun. Kadar melatonin dalam tubuh dapat
mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, memengaruhi kinerja organ-organ
reproduksi, juga kesehatan psikologis serta proses penuaan tubuh.
Produksi hormon melatonin
bertambah pada malam hari, terutama pada suasana hening dan gelap sehingga
menyebabkan orang mudah tidur. Namun, produksi hormon ini berkurang oleh adanya
rangsangan dari luar, misalnya cahaya serta medan elektromagnetik. Sebagaimana dikemukakan
oleh Mahendra (2008) bahwa, ‘Cahaya maupun medan elektromagnetik dapat
menurunkan produksi hormon melatonin dan berpotensi menimbulkan berbagai
keluhan termasuk sakit kepala, pening, dan keletihan’.
Penggunaan peralatan elektronik maupun
komunikasi pada malam hari yang menimbulkan radiasi elektromagnetik, merupakan
salah satu alasan gangguan sukar tidur pada malam hari. Banyak orang kesal
karena sukar tidur pada malam hari, tetapi tidak menyadari bahwa sebelumnya
telah berkomunikasi menggunakan ponsel dalam jangka waktu lama.
Solusi Mengurangi Dampak dari Radiasi
Ponsel Terhadap Kesehatan
Pakar kesehatan menemukan beberapa
upaya untuk memperkecil pengaruh radiasi ponsel terhadap kesehatan pengguna ponsel.
Upaya tersebut meliputi :
- menjauhkan ponsel dari kepala. Kekuatan gelombang
elektromagnetik akan berkurang secara drastis dengan bertambahnya jarak.
- pergunakan
headset atau handsfree seefektif mungkin.
- memanfaatkan
layanan pesan singkat (SMS) dibanding telepon.
- tidak menggunakan ponsel sewaktu sinyal lemah.
- tunggulah sampai telepon sudah menyambung ke tempat
tujuan, sebelum mendekatkan ponsel ke telinga.
- jangan
menyimpan ponsel di saku atau ikat pinggang pada saat ponsel dalam kondisi
on.
- dalam
buku manual ponsel selalu dianjurkan untuk mematikan ponsel pada saat
berada di dekat pompa bensin maupun tempat - tempat penyimpanan bahan
kimia yang mudah meledak. Ponsel dapat mengganggu operasi instalasi teknis
dari tempat-tempat tersebut
- meminimalisir
pemakaian ponsel di ruang tertutup dengan bahan logam atau baja, misalnya
di dalam mobil.
- memilih
ponsel dengan level SAR ( Spesific Absorption Rate ) yang rendah. Level
SAR ini biasanya dicantumkan dalam buku manual. ICNIRP (International
Commission on Non-Ionizing Radiation Protection) memberikan batas maksimal
sebesar 2,0 W/kg.