Imunisasi merupakan suatu tindakan
pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kekebalan imunitas
melalui pemberian bibit penyakit yang telah dilemahkan atau dimatikan
2.
Imunisasi BCG
Imunisasi BCG bertujuan untuk
memberikan kekebalan / pertahanan aktif terhadap penyakit TBC.
Jadwal pemberian imunisasi BCG
sebaiknya dilakukan ketika bayi baru lahir sampai berumur 12 bulan, tetapi
sebaiknya diberikan pada umur 0-2 tahun.
Imunisasi BCG cukup diberikan 1 kali saja. Pada anak yang akan
diimunisasi dengan usia lebih dari 2 bulan, harus dilakukan Montaux test dulu.
Gunanya untuk mengetahui apakah ia telah terjangkit penyakit TBC. Seandainya
hasil positif, anak tersebut selayaknya tidak mendapat imunisasi.
Reaksi yang mungkin timbul pada
pemberian imunisasi BCG adalahkadang bernanah, tetapi akan sembuh dengan
sendirinya walaupun lambat. Biasanya suntikan BCG tidak menimbulkan pana.
3.
Imunisasi DPT
Tujuan pemberian Imunisasi DPT adalah
memberikan kekebalan aktif dalam waktu yang bersamaan terhadap penyakit
diphteri, pertusis dan tetanus.
Imunisasi DPT dapat diberikan 3 kali, sejak
bayi berumur 2 bulan dengan selang waktu antara dua penyuntikan minimal 4
minggu.
Reaksi yang mungkin trjadi biasanya
demam ringan, pembengkakan dan rasa nyeri di tempat suntikan selama 1-2 hari.
Imunisasi DPT tidak boleh diberikan
kepada anak yang sakit parah dan anak yang menderita penyakit kejang demam
kompleks.
4.
Imunisasi poliomiolitis.
Vaksinasi diberikan untuk mendapatkan
kekebalan terhadap penyakit poliomyelitis.
Imunisasi dasar diberikan sejak anak
baru lahir atau berumur beberapa hari, selanjutnya setiap 4-6 minggu. Pemberian
imunisasi Polio dapat dilakukan bersamaan dengan BCG, Hepatitis B, dan DPT.
Reaksi yang timbul tidak ada, mungkin
akan terdapat berak-berak ringan.
Pada anak dengan diare berat atau sedang sakit
parah, imunisasi polio dapat ditangguhkan.
5.
Imunisasi Campak
Imunisasi diberikan untuk mendapat
kekebalan terhadap penyakit campak secara aktif.
Menurut WHO imuniasi campak cukup
diberikan 1 kali suntikan setelah bayi berumur 9 bulan, tetapi karena angka
kesakitan campak di Indonesia masih tinggi, pemerintah mencnagkan pemberian
imunisasi campak sebelum usia 9 bulan, yaitu antara usia 6-9 bulan.
Biasanya tidak terdapat reaksi akibat
imunisasi. Mungkin terjadi demam ringan dan tampak sedikit bercak merah pada
pipi di bawah telinga pada hari ke 7-8 setelah penyuntikan.

0 komentar:
Posting Komentar