PENYAKIT MENULAR SEKSUAL
Adalah infeksi yang
ditularkan melalui hubungan seksual. Akan beresiko tinggi apabila dilakukan
dengan berganti-ganti pasangan. Baik laki-laki maupun perempuan bisa beresiko
tertular penyakit kelamin. Perempuan beresiko lebih besar tertular karena
bentuk alat reproduksinya lebih rentan terhadap PMS.
PMS yang umum
terdapat di Indonesia adalah :
1.
GONORREA (GO)
Disebabkan
oleh kuman Neisseria gonnorrhoeae. Masa inkubasi atau
penyebaran kuman yaitu selama 2– 10 hari
setelah hubungan seks. Tanda-tanda atau gejala yang terjadi nyeri pada
saat kencing, merah, bengkak dan bernanah pada alat kelamin. Komplikasi yang
dapat timbul yaitu infeksi radang panggul, mandul, menimbulkan kebutaan pada
bayi yang dilahirkan.
2.
SIFILIS (RAJA SINGA)
Disebabkan
oleh Trepanema palidum. Masa inkubasi
yaitu tanpa gejala berlangsung 3 – 13 minggu, lalu timbul benjolan sekitar alat
kelamin, disertai pusing, nyeri tulang, akan hilang sementara. 6 – 12 minggu
setelah hubungan seks muncul bercak merah pada tubuh yang dapat hilang sendiri
tanpa disadari. 5 – 10 tahun penyakit ini akan menyerang susunan syaraf otak,
pembuluh darah dan jantung. Komplikasi yang
terjadi pada wanita hamil yaitu dapat melahirkan dengan kecacatan fisik seperti
kerusakan kulit, limpa, hati dan keterbelakangan mental.
3.
TRIKONOMIASIS
Disebabkan oleh
protozoa Trichomonas vaginalis. Gejala-gejala yang mungkin ditimbulkan
diantaranya Keluar cairan vagina encer berwarna kuning kehijauan, berbusa dan
berbau busuk, sekitar kemaluan bengkak, kemerahan, gatal dan terasa tidak
nyaman. Komplikasi yang bisa terjadi yaitu lecet sekitar
kemaluan, bayi lahir prematur, memudahkan penularan infeksi HIV.
4.
ULKUS MOLE (Chancroid)
Disebabkan oleh
bakteri Hemophilus ducreyi. Gejala-gejala yang mungkin ditimbulkan diantaranya
Luka lebih dari diameter 2 cm, cekung, pinggirnya tidak teratur, keluar nanah
dan rasa nyeri, Biasanya hanya pada salah satu sisi alat kelamin. Sering (50%)
disertai pembengkakan kelenjar getah bening di lipat paha berwarna kemerahan
(bubo) yang bila pecah akan bernanah dan nyeri. Komplikasi yang
mungkin terjadi yaitu kematian janin pada ibu hamil yang tertular, memudahkan
penularan infeksi HIV.
5.
KLAMIDIA
Disebabkan oleh
bakteri Chlamydia trachomatis. Infeksi ini biasanya kronis, karena
sebanyak 70% perempuan pada awalnya tidak merasakan gejala apapun sehingga
tidak memeriksakan diri. Gejala yang ditimbulkan yaitu Cairan vagina encer
berwarna putih kekuningan, Nyeri di rongga panggul, Perdarahan setelah hubungan
seksual. Komplikasi yang mungkin terjadi Biasanya menyertai gonore, Penyakit radang
panggul, Kemandulan akibat perlekatan pada saluran falopian, Infeksi mata pada
bayi baru lahir, Memudahkan penularan infeksi HIV.
6.
KUTIL KELAMIN
Disebabkan oleh Human
Papiloma Virus. Gejala yang ditimbulkan berupa tonjolan kulit
seperti kutil besar disekitar alat kelamin (seperti jengger ayam). Komplikasi yang
mungkin terjadi yaitu kutil dapat membesar seperti tumor, bisa berubah menjadi
kanker mulut rahim, meningkatkan resiko tertular HIV-AIDS.
7.
HIV-AIDS
HIV atau Human
Immunodeficiency Virus adalah sejenis virus yang menyebabkan AIDS. Virus
ini menyerang sel darah putih manusia yang merupakan bagian paling penting
dalam system kekebalan tubuh.
AIDS atau Acquired
Immuno Deficiency Syndrome adalah kumpulan gejala-gejala akibat menurunnya
sistem kekebalan tubuh.
Seseorang yang
terinfeksi HIV secara fisik tidak ada bedanya dengan orang yang tidak
terinfeksi. Hampir tidak ada gejala yang muncul pada awal terinfeksi HIV.
Tetapi ketika berkembang menjadi AIDS, maka orang tersebut perlahan-lahan akan
kehilangan kekebalan tubuhnya sehingga mudah terserang penyakit dan tubuh akan
melemah.
Setiap orang
beresiko tertular HIV-AIDS, baik tua maupun muda, kaya atau miskin,
heteroseksual maupun homoseksual, terkenal maupun tidak terkenal. Resiko
tertular HIV tidak berkaitan dengan siapa kita, tetapi apa yang kita lakukan.
HIV dapat ditularkan
dengan cara :
- Hubungan seksual tanpa pelindung dengan Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA).
- Menggunakan benda tajam yang terkontaminasi oleh virus HIV, misalnya jarum suntik pada pengguna dan pecandu narkoba, alat pembuat tatto dan alat tindik.
- Mendapatkan transfusi darah yang mengandung virus HIV.
- Dari ibu ODHA kepada bayi yang dikandung dan disusuinya.
HINDARI....
Hubungan seks
bebas agar terhindar dari berbagai penyakit menular seksual.

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusbagus euy postingan nya, mana atuh BEM yang lain??
BalasHapusSalam Kesehatan...
BalasHapusKunjungi : http://dunia-keperawatan33.blogspot.co.id/
Kumpulan Askep+LP+SAP+SOP+Leaflet+Video+Info Kesehatan Terlengkap.